Jumat, 06 Februari 2015

PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA

RINGKASAN MATERI: PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA
Perang Melawan VOC
1.    Perlawanan rakyat Banten
Perlawanan disebabkan oleh VOC yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap Banten. Pada mulanya kedatangan armada Cornelis de Houtman di Banten tahun 1596 disambut dengan baik karena mereka pada awalnya berniat untuk berdagang. Namun dalam perkembangannya, VOC melakukan praktek-praktek monopoli dalam perdagangan yang sangat merugikan Banten.
Direbutnya pelabuhan Jayakarta oleh VOC pada tahun 1619, menjadi pertanda munculnya permusuhan terbuka antara Banten dan VOC. Rakyat Banten di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682) melakukan perlawanan-perlawanan gerilya terhadap posisi pertahanan atau benteng pertahanan VOC di Banten dan Jayakarta. Pendekar Banten yang sangat terkenal dalam melakukan perlawanan terhadap VOC adalah Kyai Tapa beserta muridnya Tubagus Buang.
Namun, antara Sultan Ageng dan putranya Sultan Haji terdapat perselisihan. Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh VOC untuk melancarkan taktik devide et impera, yaitu mengadu domba dan memperuncing perselisihan antara Sultan Ageng dengan Sultan Haji. Dalam perselisihan ini, VOC membantu Sultan Haji dengan menawarkan bantuan persenjataan modern pada waktu itu serta menjanjikan akan mengangkat Sultan Haji sebagai Sultan Banten.
Dalam suatu pertempuran, Sultan Ageng berhasil ditangkap oleh VOC yang dipimpin oleh Kapten Tack dengan bantuan Sultan Haji. Selanjutnya Sultan Ageng dipenjarakan di Batavia, sedangkan Sultan Haji diangkat oleh VOC sebagai penguasa Banten.
2.    Perlawanan rakyat Mataram
Kerajaan Mataram dipimpin oleh raja terkenal yaitu Sultan Agung, yang memiliki cita-cita antara lain:
(1) mempersatukan seluruh tanah Jawa
(2) mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara. Terkait dengan cita-citanya ini maka Sultan Agung sangat menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa.
Kemudian Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia tahun 1628, dengan beberapa alasan yakni:
1. tindakan monopoli yang dilakukan VOC,
2. VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka,
3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram, dan
4. keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.
Akan tetapi serangan ini gagal karena kurang persiapan dari segi pasukan dan logistik. Tahun 1629 kembali dilakukan serangan kedua yang dipimpin oleh Tumenggung Suro Agul-Agul, Kyai Dipati Mandurorejo, dan Upasanta dengan persiapan yang lebih terencana yakni dengan persiapan mendirikan pos-pos logistik. Namun pos-pos tersebut dibakar oleh VOC dan menyebabkan Kerajaan Mataram gagal kembali.
Perang Melawan Portugis
1.    Perlawanan Kerajaan Ternate (Sultan Baabullah)
Bangkitnya rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah menentang Portugis. Perlawanan ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
a.   Monopoli perdagangan oleh Portugis
b.  Campur tangan Portugis dalam kerajaan.
c.   Perilaku bangsa Portugis yang angkuh dan sombong.
d.  Terbunuhnya Sultan Hairun oleh kaki tangan bangsa Portugis.
Dengan persatuan dan keberanian rakyat, akhirnya bangsa Portugis berhasil diusir dari Ternate.
2.    Perlawanan Kerajaan Aceh (Sultan Iskandar Muda)
Malaka dikuasai Portugis pada tahun 1511 menyebabkan daerah kerajaan-kerajaan Islam disekitarnya khawatir dengan aktivitas Portugis di Malaka. Sehingga membuat Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda melakukan perlawanan dengan mengirim pasukannya menyerang Portugis di Malaka. Namun perlawanan tersebut mengalami kegagalan.
3.    Perlawanan Kerajaan Demak
Di bawah pimpinan putra mahkota Demak, Pati Unus menyerang Portugis di Malaka, tetapi karena faktor jarak yang terlalu jauh dan kalah persenjataan, serangan Demak di Malaka ini tidak berhasil. Namun dalam pertempuran di Sunda Kelapa, pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah tahun 1527 berhasil mengalahkan Portugis di bawah pimpinan Fransisco de Sa.
Perang Melawan Kolonial Belanda
1.    Perang Padri
Perang padri dimulai karena adanya pertikaian antara kaum adat dengan pemuka agama (Padri). Namun karena campur tangan dari pihak Belanda, maka menjadi perang melawan pemerintah kolonial Belanda.
Sebab-sebab terjadinya perang Padri dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.      Keinginan kaum Padri untuk meluruskan agama lslam
b.      Adanya kebiasaan yang bertentangan dengan agama lslam.
c.      Perebutan pengaruh antara kaum adat dengan kaum ulama.
d.      Campur tangan Pihak Belanda.
Perlawanan berlangsung cukup lama, dari tahun 1821 sampai tahun 1837. Dalam perlawanan pernah diadakan perjanjian Padang. Narnun perang terus berianjut. Dengan tipu muslihatnya, Belanda berhasil menangkap lmam Bonjol (1837). Tertangkapnya lmam Bonjol sebagai pimpinan perlawanan mengakibatkan surutnya perjuangan rakyat.
2.    Perang Diponegoro
Sebab-sebab terjadinya perang Diponegoro antara lain:
a.      Rakyat sangat menderita akibat politik pemerasan oleh Belanda.
b.      Kaum bangsawan Mataram kecewa karena hak-haknya banyak yang dikurangi.
c.      Campur tangan Belanda dalam lingkungan istana, baik bidang politik maupun sosial budaya.
Sebab khususnya yakni Belanda akan membuat jalan yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro tanpa izin dari Pangeran Diponegoro. Strategi yang diterapkan Pangeran Diponegoro adalah perang gerilya. Daerah yang digunakan untuk gerilya antara lain: Kalisoko, Selarong, Dekso, Pleret, dan Gawok. Sementara itu-pihak Belanda, untuk menumpas perlawanan Diponegoro, menggunakan siasat benteng stelsel, devide et impera,dan tipu muslihat. Dengan siasat tipu muslihat, Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap dan dibuang ke Manado.
3.    Perlawanan Rakyat Maluku (Pattimura)
Perlawanan ini disebabkan oleh :
a.      Monopoli perdagangan di Maluku.
b.      Pelayaran hongi yang dilakukan Belanda.
c.      Korupsi di berbagai pemerintahan dengan rnemotong hak rakyat.
d.      Leverantie bahan bangunan untuk perbaikan kapal.
e.      Kewajiban membuat garam dan menanam pohon kelapa.
Perlawanan dipirnpin oleh Thomas Matulessy (Pattimura), Antony Reebok, Phillip Latumahina Ulupaha, dan Martina Martha Tiahahu. Pada awalnya pasukan Pattimura mendapatkan kemenangan bahkan berhasil menguasai benteng Duurstede. Namun, karena adanya pengkhianatan dari beberapa kelornpok penguasa, negeri Belanda mendatangkan bantuan dari daerah lain, akhirnya perlawanan rakyat Maluku dapat dipatahkan. Patimura ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung di benteng Niuew Victoria (1817).


0 komentar:

Posting Komentar

doraemon


 

Pintu Kemana Saja Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template