RINGKASAN MATERI: PERLAWANAN
RAKYAT INDONESIA
Perang Melawan VOC
1.
Perlawanan rakyat Banten
Perlawanan disebabkan oleh VOC yang menunjukkan sikap
permusuhan terhadap Banten. Pada mulanya kedatangan armada Cornelis de Houtman
di Banten tahun 1596 disambut dengan baik karena mereka pada awalnya berniat
untuk berdagang. Namun dalam perkembangannya, VOC melakukan praktek-praktek
monopoli dalam perdagangan yang sangat merugikan Banten.
Direbutnya pelabuhan Jayakarta oleh VOC pada tahun 1619, menjadi
pertanda munculnya permusuhan terbuka antara Banten dan VOC. Rakyat Banten di
bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa
(1651-1682) melakukan perlawanan-perlawanan gerilya terhadap posisi
pertahanan atau benteng pertahanan VOC di Banten dan Jayakarta. Pendekar Banten
yang sangat terkenal dalam melakukan perlawanan terhadap VOC adalah Kyai Tapa
beserta muridnya Tubagus Buang.
Namun, antara Sultan Ageng dan putranya Sultan Haji terdapat
perselisihan. Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh VOC untuk melancarkan taktik
devide et impera, yaitu mengadu domba dan
memperuncing perselisihan antara Sultan Ageng dengan Sultan Haji. Dalam
perselisihan ini, VOC membantu Sultan Haji dengan menawarkan bantuan
persenjataan modern pada waktu itu serta menjanjikan akan mengangkat Sultan
Haji sebagai Sultan Banten.
Dalam suatu pertempuran, Sultan Ageng berhasil ditangkap oleh VOC yang
dipimpin oleh Kapten Tack dengan bantuan Sultan Haji. Selanjutnya Sultan Ageng
dipenjarakan di Batavia, sedangkan Sultan Haji diangkat oleh VOC sebagai
penguasa Banten.
2.
Perlawanan rakyat Mataram
Kerajaan Mataram dipimpin oleh
raja terkenal yaitu Sultan Agung,
yang memiliki cita-cita antara lain:
(1) mempersatukan seluruh tanah Jawa
(2) mengusir kekuasaan asing dari
bumi Nusantara. Terkait dengan cita-citanya ini maka Sultan Agung sangat
menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa.
Kemudian Sultan Agung merencanakan
serangan ke Batavia tahun 1628, dengan beberapa alasan yakni:
1. tindakan monopoli yang dilakukan VOC,
2. VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram yang akan
berdagang ke Malaka,
3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram, dan
4. keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman
serius bagi masa depan Pulau Jawa.
Akan tetapi serangan ini gagal karena
kurang persiapan dari segi pasukan dan logistik. Tahun 1629 kembali dilakukan
serangan kedua yang dipimpin
oleh Tumenggung Suro Agul-Agul, Kyai Dipati Mandurorejo, dan Upasanta dengan
persiapan yang lebih terencana yakni dengan persiapan mendirikan pos-pos
logistik. Namun pos-pos tersebut dibakar oleh VOC dan menyebabkan Kerajaan
Mataram gagal kembali.
Perang Melawan Portugis
1.
Perlawanan Kerajaan Ternate (Sultan Baabullah)
Bangkitnya rakyat Ternate di bawah
pimpinan Sultan Baabullah menentang Portugis. Perlawanan ini disebabkan oleh
faktor-faktor berikut.
a. Monopoli perdagangan oleh Portugis
b. Campur tangan Portugis dalam kerajaan.
c. Perilaku bangsa Portugis yang angkuh dan sombong.
d. Terbunuhnya Sultan Hairun oleh kaki tangan bangsa Portugis.
Dengan persatuan dan keberanian
rakyat, akhirnya bangsa Portugis berhasil diusir dari Ternate.
2.
Perlawanan Kerajaan Aceh (Sultan Iskandar Muda)
Malaka dikuasai Portugis pada tahun 1511 menyebabkan
daerah kerajaan-kerajaan Islam disekitarnya khawatir dengan aktivitas Portugis
di Malaka. Sehingga membuat Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar
Muda melakukan perlawanan dengan mengirim pasukannya menyerang Portugis di
Malaka. Namun perlawanan tersebut mengalami kegagalan.
3.
Perlawanan Kerajaan Demak
Di bawah pimpinan putra mahkota Demak, Pati Unus menyerang Portugis di Malaka, tetapi karena faktor jarak
yang terlalu jauh dan kalah persenjataan, serangan Demak di Malaka ini tidak
berhasil. Namun dalam pertempuran di Sunda Kelapa, pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah tahun 1527 berhasil
mengalahkan Portugis di bawah pimpinan Fransisco de Sa.
Perang Melawan Kolonial Belanda
1.
Perang Padri
Perang padri dimulai karena
adanya pertikaian antara kaum adat dengan pemuka agama (Padri). Namun
karena campur tangan dari pihak Belanda, maka menjadi perang melawan pemerintah
kolonial Belanda.
Sebab-sebab
terjadinya perang Padri dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Keinginan
kaum Padri untuk meluruskan agama lslam
b. Adanya
kebiasaan yang bertentangan dengan agama lslam.
c. Perebutan
pengaruh antara kaum adat dengan kaum ulama.
d. Campur
tangan Pihak Belanda.
Perlawanan berlangsung cukup lama,
dari tahun 1821 sampai tahun 1837. Dalam perlawanan pernah diadakan perjanjian
Padang. Narnun perang terus berianjut. Dengan tipu muslihatnya, Belanda
berhasil menangkap lmam Bonjol (1837).
Tertangkapnya lmam Bonjol sebagai pimpinan perlawanan mengakibatkan surutnya
perjuangan rakyat.
2.
Perang Diponegoro
Sebab-sebab
terjadinya perang Diponegoro antara lain:
a. Rakyat sangat menderita akibat politik
pemerasan oleh Belanda.
b. Kaum bangsawan Mataram kecewa karena
hak-haknya banyak yang dikurangi.
c. Campur tangan Belanda dalam lingkungan
istana, baik bidang politik maupun sosial budaya.
Sebab khususnya yakni
Belanda akan membuat jalan yang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro
tanpa izin dari Pangeran Diponegoro. Strategi yang diterapkan Pangeran
Diponegoro adalah perang gerilya. Daerah yang digunakan untuk gerilya antara
lain: Kalisoko, Selarong, Dekso, Pleret, dan Gawok. Sementara itu-pihak
Belanda, untuk menumpas perlawanan Diponegoro, menggunakan siasat benteng
stelsel, devide et impera,dan tipu muslihat. Dengan siasat tipu muslihat,
Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap dan dibuang ke Manado.
3.
Perlawanan Rakyat Maluku (Pattimura)
Perlawanan ini
disebabkan oleh :
a. Monopoli
perdagangan di Maluku.
b. Pelayaran
hongi yang dilakukan Belanda.
c. Korupsi
di berbagai pemerintahan dengan rnemotong hak rakyat.
d. Leverantie
bahan bangunan untuk perbaikan kapal.
e. Kewajiban
membuat garam dan menanam pohon kelapa.
Perlawanan dipirnpin oleh Thomas
Matulessy (Pattimura), Antony Reebok, Phillip Latumahina Ulupaha, dan
Martina Martha Tiahahu. Pada awalnya pasukan Pattimura mendapatkan kemenangan
bahkan berhasil menguasai benteng
Duurstede. Namun, karena adanya pengkhianatan dari beberapa kelornpok
penguasa, negeri Belanda mendatangkan bantuan dari daerah lain, akhirnya
perlawanan rakyat Maluku dapat dipatahkan. Patimura ditangkap dan dijatuhi
hukuman gantung di benteng Niuew Victoria
(1817).
0 komentar:
Posting Komentar