SEL sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup
KD 3.1 : Memahami
tentang komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang
ditunjukkan oleh struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel
sebagai unit terkecil kehidupan.
Apakah
kalian pernah mendengar istilah sel?
Apakah yang dimaksud dengan sel?
Apakah yang dimaksud dengan sel?
·
Perkembangan teori sel
·
Robert Hooke : dengan menggunakan mikroskop,
mempelajari sayatan tipis gabus dari kayu pohon oak. Ia melihat rongga kosong
yang mirip kamar sehingga ia menamakan sel (cellula = kamar). (1965)
·
Antonie van Leeuwenhoek : berhasil menyusun
model mikroskop dengan fokus pendek, berhasil menemukan protozoa, bakteria,
rotifera, dan spermatozoa (1674)
·
Robert Brown : menerbitkan hasil observasinya
tentang inti pada tumbuhan (1831)
·
M.J. Schleiden : menerbitkan buku yang memuat
tentang genesis jaringan tumbuhan. Ia penemu nukleoli dan mengemukakan tentang
teori sel (1838)
·
Rudolf virchow : menyatakan bahwa semua sel
berasal dari sel yang telah ada (1858)
·
T. Schwan : mengemukakan teori sel pada hewan
(1839)
Sel-sel kulit bawang yang diperbesar
·
Komponen kimiawi sel
KARBOHIDRAT
Dibedakan
menjadi 3 jenis :
1.
Monosakarida , satu gugus gula sederhana untuk
menghasilkan energi.
2.
Disakarida , dua gugusan gula sederhana untuk
menghasilkan makanan atau energi
3.
Polisakarida, mengandung banyak gugusan gula
sederhana untuk membentuk membran, xilem, dan dinding sel. Dibedakan menjadi
homopolisakarida dan heteropolisakarida
Sebutkan macam-macam jenis dari monosakarida, disakarida dan
polisakarida!
LEMAK
Mempunyai
beberapa fungsi :
1.
Membentuk membran sel
2.
Melindungi organ-organ tubuh
3.
Mempertahankan suhu tubuh
4.
Cadangan energi
Lemak
dibedakan menjadi 3 jenis :
1.
Lemak sederhana
2.
Lemak gabungan
3.
Lemak turunan
Lemak
sederhana
Lemak yang tersusun oleh 1 gliserol dan 3 asam lemak. Dibedakan
menjadi 2 jenis yaitu
-
Lemak jenuh : lemak dengan jumlah atom H pada
rantai sudah maksimal
|
Pembeda
|
DNA
|
RNA
|
|
Komponen
gula pentosa
|
2
deoksiribosa
|
ribosa
|
|
Basa
nitrogen
|
Purin (A,G) dan pirimidin (C,T)
|
Purin
(A,G) dan pirimidin (C,U)
|
|
Rantai
|
Panjang,
ganda, berpilin
|
Pendek,
tunggal, tdk berpilin
|
|
Letak
|
Nukleus,
kloroplas, mitokondria
|
Nukleus,
sitoplasma, ribosom
|
|
Kadar
|
Tidak
dipengaruhi sintesis protein
|
Dipengaruhi
sintesis protein
|
|
Fungsi
|
a.
Mengontrol sifat yang menurun
b.
Sintesis protein
c.
Sintesis RNA
|
Sintesis
protein
|
-
Lemak tak jenuh : lemak dengan jumlah atom H
belum maksimal
Lemak
gabungan
Merupakan gabungan dari asam lemak dengan senyawa-senyawa lain
·
Turunan lemak
Turunan dari lemak yang rantai hidrokarbonnya berbentuk cincin
Sebutkan contoh-contoh dari lemak sederhana, lemak gabungan dan
turunan lemak!
Lemak tak
jenuh : asam linoleat dan asam oleat
Lemak
gabungan :
-
Lipoprotein : lemak dengan protein
-
Fosfolipid : lemak dengan fosfat
-
Glikolipid : lemak dengan karbohidrat
-
Karotenoid : lemak dengan pigmen
Turunan
lemak : steroid ( kolesterol)
PROTEIN
Tersusun
atas asam-asam amino yang bersatu melalui ikatan polipeptida
Suatu
molekul yang tersusun atas beberapa asam amino akan membentuk polipeptida dan
sejumlah besar polipeptida ini akan membentuk protein.
Fungsi
protein :
1.
Reaksi kimia : enzim
2.
Sistem kekebalan tubuh : antibodi
3.
Struktur : kuku, tanduk , dll
4.
Pergerakan : aktin dan miosin pada otot
5.
Transportasi : hemoglobin untuk mengangkut
oksigen
ASAM NUKLEAT
Merupakan
polimer dari monomer-monomer yang disebut nukleotida
Nukleotida
tersusun atas gula pentosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat
Ada 2
macam asam nukleat, yaitu asam dioksiribonukleat ( ADN / DNA) dan asam
ribonukleat (RNA)
AIR
Merupakan
komponen terbesar sel kecuali pada tulang dan email
Di dalam
sel ada 2 macam bentuk air :
-
Air bebas : air yang tidak terikat oleh
senyawa lain ( 95% jumlah air seluler)
-
Air terikat : air yang terikat oleh senyawa
lain ( 4-5% jumlah air seluler)
Fungsi umum air :
a. Sebagai pelarut bermacam bahan termasuk ion
b. Sebagai media dispersi sistem koloid protoplasma
c. Untuk aktivitas metabolik
d. Berperan dalam berbagai macam reaksi enzimatik
d. Pengatur suhu ( mengabsorbsi panas dan mencegah perubahan temperatur yang drastis dalam sel
a. Sebagai pelarut bermacam bahan termasuk ion
b. Sebagai media dispersi sistem koloid protoplasma
c. Untuk aktivitas metabolik
d. Berperan dalam berbagai macam reaksi enzimatik
d. Pengatur suhu ( mengabsorbsi panas dan mencegah perubahan temperatur yang drastis dalam sel
Gas
Gas yang
terlibat dalam kegiatan sel antara lain oksigen dan karbondioksida.
Berperan
dalam respirasi sel dan fotosintesis pada tumbuhan hijau
UNSUR MAKRO
Unsur
terbesar yang menyusun sebuah sel. Meliputi : oksigen, kalium, karbon,
hidrogen, dan nitrogen.
Unsur yang
lain ; sulfur, fosfor, kalsium, magnesium, dan natrium
UNSUR MIKRO
Unsur yang
terdapat di dalam sel dalam jumlah sedikit. Misal besi, tembaga, kobalt, mangan,
seng, molibdenum, boron dan silikon
C.
Struktur dan fungsi sel
·
Sel sering disebut sebagai unit terkecil dalam
kehidupan dikarenakan sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup yang
mampu berdiri sendiri dan di dalam sel tersebut menunjukkan ciri-ciri khas
kehidupan misal : respirasi, ekskresi, transportasi, dan sintesis.
·
Sel disebut sebagai unit struktural karena sel
merupakan penyusun dari jaringan tubuh makhluk hidup, baik uniseluler maupun
multiseluler. Di dalam sel berlangsung berbagai reaksi kimia dan proses hidup
sehingga sel juga disebut unit fungsional.
D.
Macam sel
Berdasarkan ada atau tidaknya membran inti, sel dibedakan menjadi
2 macam, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik
|
No.
|
Sel prokariotik
|
Sel eukariotik
|
|
1.
|
Ukuran : 1-10µm
|
10-100 µm
|
|
2.
|
Ada tdknya membran inti : tdk ada
|
ada
|
|
3.
|
Dinding sel : hampir semua memiliki
|
Hanya di miliki oleh sel tumbuhan
|
|
4.
|
Materi genetik : DNA terkonsentrasi di
nukleoid, terdapat DNA sirkuler yang ukurannya lebih kecil disebut plasmid
|
DNA terdapat di dalam nukleus
|
|
5.
|
Struktur sel : sangat sederhana
|
Kompleks , lebih byk organel selnya
|
|
6.
|
Contoh : bakteri
|
Sel tumbuhan, sel hewan, sel protista
|
Secara anatomis, sel dibagi
menjadi 3 bagian :
1. Membran
sel
2. Inti sel
(nukleus)
3. Sitoplasma
dan organel-organel sel.
1.
Membran sel
Lapisan
pemisah antara sel dengan lingkungan.
Bersifat
semipermeabel (hanya molekul-molekul tertentu yang dapat keluar masuk sel)
Tebalnya ±
8 nm
Membran
sel terdiri atas lapisan ganda (bilayer) fosfolipid dan di dalamnya terdapat 2
tipe protein yaitu :
-
Protein integral (integral protein) yang sukar
berikatan dan sukar larut.
-
Protein perifer (peripheral protein) yang
dapat bereaksi dan dapat larut.
Fungsi membran sel
·
Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan
sel
·
Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari
luar sel
·
Tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti
reaksi oksidasi dan respirasi
·
Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun
keluar meninggalkan sel.
Protein
membran tersusun secara tidak beraturan dan dapat menembus lemak
Bersifat
dinamis karena memiliki struktur seperti fluida sehingga molekul lipid dan
protein dapat bergerak
Bagian
kepala dari fosfolipid bilayer menghadap ke luar membran ( mengarah ke air)
bersifat hidrofilik (suka air)
Bagian
ekor dari fosfolipid bilayer menghadap ke dalam membran plasma dan bersifat
hidrofobik (menolak air)
Fosfolipid
tersusun atas dua lapis. Dalam
hal ini protein dibedakan
menjadi 2 sebagai berikut.
a. Protein Ekstrinsik (Perifer)
Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid.
Protein
ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat
hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.
b. Protein Intrinsik (Integral)
Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid.
Protein
intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik
yaitu tidak mudah larut dalam air.
Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan
molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.
Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat
hirofilik disebut dengan glikopolid.
2.
Sitoplasma
Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang
larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organela. Sitoplasma yang
berada di dalam inti sel disebut nukleoplasma.
Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu
tidak padat dan tidak cair. Sifat koloid sitoplasma ini dapat berubah ubah
tergantung kandungan airSitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut
molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar
(makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut
yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat transparan. Bagian yang merupakan
lingkungan dalam sel adalah matrik sitoplasma. Tiap-tiap organela mempunyai struktur
dan fungsi khusus.
Organel sel
Organel
sel bermembran : nukleus, retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria,
lisosom, badan mikro ( peroksisom, glioksisom), plastida, vakuola.
Organel
sel tidak bermembran : ribosom, rangka sel, sentriol, dinding sel
Nukleus (inti sel)
Komposisi
nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.
a. Membran Nukleus (Karioteka)
Susunan molekul membran
ini sama dengan susunan molekul membran sel, yaitu berupa lipoprotein. Membran
inti juga dilengkapi dengan poripori yang dapat memungkinkan hubungan antara
nukleoplasma dan sitoplasma. Pori-pori ini
berperan dalam memindahkan materi antara inti sel dan sitoplasmanya.
Membran inti hanya bisa
dilihat dengan jelas dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran inti
terdiri atas dua selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Selaput luar
mengandung ribosom pada sisi yang menghadap sitoplasma dan sering kali
berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
b. Matriks (Nukleoplasma)
Nukleoplasma terdiri
atas cairan inti yang tersusun dari zat protein inti yang disebut dengan nukleoprotein.
c. Anak Inti (Nukleolus)
Di dalam nukleolus
banyak terkandung kromosom, yaitu benang-benang halus DNA.
Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas,
membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Membran ini
lebih tipis dari membran plasma. Komposisi kimia
tersusun atas lipoprotein Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu
retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.
1) Retikulum Endoplasma Kasar (REK)
Retikulum endoplasma
kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. Ribosom
merupakan tempat sintesis protein.
Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum
endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut
vesikula.
2) Retikulum Endoplasma Halus (REH)
Retikulum endoplasma
halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang
dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid
fungsi retikulum endoplasma antara lain:
1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga
menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma;
2) transpor protein
yang disintesis dalam ribosom; dan
3) biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol
Badan golgi
Badan golgi biasa dijumpai pada sel tumbuhan maupun hewan.
Pada sel hewan terdapat 10-20 badan golgi. Lain halnya dengan tumbuhan yang
memiliki ratusan badan golgi pada setiap sel. Badan golgi terdiri atas
sekelompok kantong pipih yang dibatasi membran yang dinamakan saccula. Di dekat saccula terdapat vesikel sekretori yang
berupa gelembung bulat. Badan golgi pada
tumbuhan disebut dengan diktiosom.
Pada
diktiosom terjadi pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan
sebagai bahan penyusun dinding sel
fungsi dari badan golgi antara lain:
1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada
sel-sel kelenjar;
2) membentuk dinding sel pada tumbuhan;
3) menghasilkan lisosom;
4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk
memecah dinding sel telur.
Mitokondria
Mitokondria
merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel.
Mitokondria
memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikromter.
Mitokondria disusun oleh bahan-bahan antara lain fosfolipid dan protein.
Mitokondria
mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan
pada membran luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat
lekukan-lekukan ke dalam yang disebut krista. Adanya lekukan-lekukan ini
akan dapat memperluas bidang permukaannya. Krista berperan dalam penyerapan
oksigen untuk respirasi.
Fungsi
mitokondria untuk respirasi sel
Lisosom
Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja.
Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi
membran tunggal, memiliki ukuran diameter 1,5 mikron. Lisosom berperan aktif melakukan fungsi imunitas. Lisosom berisi
enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein.
Lisosom berperan dalam pencernaan intrasel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih.
Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel.
Lisosom banyak terdapat pada sel-sel darah terutama leukosit, limfosit, dan
monosit. Di dalam sel-sel tersebut lisosom berperan mensintesis enzim-enzim
hidrolitik untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh.
Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati
dan
menggantikan
dengan yang baru yang disebut dengan autofagus. Contohnya
lisosom
banyak terdapat pada sel-sel ekor kecebong. Ekor kecebong secara bertahap akan
diserap dan mati. Hasil penghancurannya digunakan untuk pertumbuhan sel-sel
baru bagi katak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Begitu pula selaput antara jari-jari tangan dan kaki
manusia ketika berujud embrio
akan hilang setelah embrio tersebut lahir
Badan mikro (peroksisom . Glioksisom)
Peroksisom
-terdapat pada sel hewan (sel hati, sel ginjal, dan sel otot),
pada tumbuhan dalam beberapa tipe sel.
-mengandung enzim katalase, enzim oksidatif berfungsi mentransfer
hidrogen sebagai substrat ke oksigen dan menghasilkan produk sampingan H2
o2 (Hidrogen peroksida)
-
H2 o2 merupakan racun, namun dengan adanya enzim
katalase diubah menjadi air dan oksigen
-
Glioksisom, ditemukan pada jaringan penyimpan
lemak pada biji tumbuhan. Mengandung enzim yang dapat mengubah lemak menjadi
gula
Plastida
organela
spesifik yang terdapat pada sel tumbuhan.
Di dalam plastida terdapat zat pigmen.
Mekanisme kerja plastida sangat dipengaruhi
oleh rangsang cahaya.
Pada
lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari, maka plastida menghasilkan
pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain pigmen hijau (klorofil),
kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan (xantofil).
Plastida
yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna
yang disebut leukoplas ada 3 macam amiloplas yaitu untuk tempat amilum,
elaioplas (menyimpan lemak/minyak) dan proteoplas ( menyimpan protein)
Vakuola
organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk
cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti
enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa.
Pada sel tumbuhan, vakuola selalu ada.
Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk
semakin besa Vakuola berperan untuk
menyimpan zat makanan berupa
sukrosa dan garam mineral, selain juga berfungsi sebagai tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti getah pada
batang tumbuhan karet.
Vakuola juga terdapat pada protozoa.
Vakuola protozoa berupa
vakuola kontraktil
dan vakuola nonkontraktil.
1)Vakuola kontraktil
Vakuola kontraktil
disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil memiliki fungsi
sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.
2) Vapkuola nonkontraktil
Vakuola nonkontraktil disebut juga vakuola makanan, yang berfungsi
untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh.
Ribosom
Semua sel
hidup memiliki ribosom.
Ribosom
berfungsiuntuk sintesis protein, yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan,
perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak.
Pada
sel-sel yang aktif dalam sintesis protein, ribosom dapat berjumlah 25% dari
bobot kering sel. Keberadaan ribosom secara acak tersebar di dalam sitoplasma,
tetapi ada beberapa yang terikat pada membran retikulum endoplasma kasar (REK).
Sel hati
merupakan sel yang banyak mengandung ribosom, karena sel hati terlibat aktif
dalam melakukan sintesis protein.
Sitoskeleton (rangka sel)
Terdiri
dari jaringan filamen protein yang menyebar sepanjang sitoplasma dan hanya pada
sel eukariotik
Fungsi :
kerangka sel, membantu gerakan substansi dari satu bagian ke bagian lain
(pergerakan sel), dan memberi kekuatan mekanik pada sel
Mikrotubulus
: subunit penyusunnya adalah tubulin. Fungsi mempertahankan bentuk sel,
membentuk flagel, silia dan sentriol
Mikrofilamen(
filamen aktin) subunit penyusunnya adalah aktinberperan dalam memisahkan sel
anak (gelendong pembelahan)
Filamen
intermediet (filamen tengah): subunit protein penyusunnya adalah protein
fibrous .berfungsi mempertahankan bentuk sel, tempat bertautnya nukleus dan
organel-organel lain
Sentriol
Hanya
terdapat pada sel hewan
Jumlah
sepasang (sentrosom).
Berupa
kumpulan mikrotubulus
Fungsi :
sebagai kutub-kutub pembelahan sel (melekatnya kromosom)
Sentriol
bereplikasi dan menghasilkan benang-benang spindel untuk melekatnya kromosom
Dinding sel
Bagian sel
terluar sel tumbuhan, tersusun dari polisakarida (hemiselulosa dan pektin)
Terdiri
dari dinding primer, lamela tengah, dan dinding sekunder
Fungsi :
melindungi sel, mempertahankan bentuk, memcegah penghisapan air secara
berlebihan
Pada tumbuhan cadangan makanan berupa pati atau amilum, pada hewan
berupa lemak dan glikogen.
0 komentar:
Posting Komentar